diposkan pada : 07-07-2015 12:21:21

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Sepulang dari haji tentu saja setiap yang berhaji ingin menjadi haji mabrur. Karena balasan haji mabrur sungguh luar biasa. Dalam hadits disebutkan, Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga. (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). Oleh karena balasannya demikian, maka para ulama saling mendoakan agar haji mereka pun mabrur. Lalu mereka menyebutkan pula apa saja yang menjadi tanda haji mabrur.

Haji mabrur adalah haji yang di dalamnya terkumpul amalan kebaikan dan menjauhi setiap dosa. Doa yang paling bagus yang hendaknya diucapkan bagi orang yang berhaji bagi dirinya sendiri dan dari orang lain untuknya adalah semoga haji yang dilakukan adalah haji yang mabrur. Oleh karena itu, dianjurkan bagi orang yang berhaji setelah ia melaksanakan amalan haji, bahkan setelah ia bertahallul (boleh melakukan larangan ihram) ketika selesai melempar jumrah aqobah pada hari nahr (Idul Adha, 10 Dzulhijjah) untuk saling mendoakan:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا
AllahummaHal hajjan mabruron, wa sayan masykuron, wa dzanban maghfuron [Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni]. Inilah doa yang dikatakan diriwayatkan dari Ibnu Masud dan Ibnu Umar. Bahkan disebutkan diriwayatkan secara marfu’ (sampai pada Rasul shallallahu alaihi wa sallam). Begitu pula diucapkan pada orang yang baru pulang dari haji.

Dicontohkan pula oleh salaf, yaitu ketika Kholid bin Al Hazza berhaji dan kembali, maka Abu Qilabah berkata padanya,

بَرَّ العَمَلُ

Semoga Allah menjadikan amalmu mabrur.

Al Hasan Al Bashri berkata, Balasan dari haji mabrur adalah surga. Tanda haji mabrur adalah seseorang kembali dari haji dalam keadaan zuhud dalam hal dunia dan semangat menggapai akhirat. Beliau mengatakan pula bahwa tanda haji mabrur adalah meninggalkan kejelekan setelah haji.

Ibnu Rajab mengatakan, Tanda diterimanya suatu amalan kebaikan adalah amalan tersebut dilanjutkan dengan kebaikan. Tanda tidak diterimanya suatu amalan adalah amalan baik malah dilanjutkan dengan maksiat.

Ya Allah, berikanlah keteguhan pada kami dalam ketaatan hingga kematian menjemput kami. Imam Ahmad memanjatkan doa, Allahumma aizzani bithoatik wa laa tadzillani bi mashiyatik [Ya Alah, berilah kemuliaan kepadaku dengan taat pada-Mu dan janganlah beri kehinaan padaku dengan bermaksiat padamu].

[Disarikan dari penjelasan Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathoif Al Ma’arif hal. 115-119]

Baca pula artikel: Haji Mabrur, Jihad yang Afdhol

Walhamdulillahi robbil alamin. Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat.


biaya travel umroh berkualitas jakarta barat                   
biaya travel umroh berkualitas jakarta selatan                   
biaya travel umroh berkualitas jakarta timur      

paket promo umroh pamulang             
 

Artikel lainnya »