Travel Umroh di Bekasi Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Travel Umroh di Bekasi Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA.

Travel Umroh di Bekasi

Mengonsumsi serangga bisa menjadi cara untuk memerangi kelaparan di dunia. Demikian menurut sebuah laporan PBB terbaru.

NEW YORK, Saco-Indonesia.com — Mengonsumsi serangga bisa menjadi cara untuk memerangi kelaparan di dunia. Demikian menurut sebuah laporan PBB terbaru.

Laporan yang dirilis Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) itu juga mengatakan bahwa mengonsumsi serangga meningkatkan nutrisi konsumennya dan mengurangi polusi.

FAO mencatat setidaknya dua miliar orang di seluruh dunia sudah mengonsumsi serangga sebagai variasi makanan sehari-hari mereka.

Lebah, kumbang, dan serangga-serangga lainnya saat ini sudah menjadi makanan bagi manusia dan hewan ternak. FAO mengatakan, peternakan serangga adalah salah satu jalan untuk meningkatkan ketahanan pangan dunia.

"Serangga ada di mana-mana dan mereka bereproduksi sangat cepat. Serangga memiliki pertumbuhan tertinggi, tetapi meninggalkan jejak lingkungan yang sangat rendah," demikian laporan FAO.

Laporan itu juga menyebut serangga juga memiliki rasa yang lezat, tinggi kadar protein, serta memiliki kadar lemak dan mineral yang memadai.

Serangga, lanjut FAO, bisa menjadi makanan pengganti yang penting, khususnya bagi anak-anak yang kekurangan gizi.

Serangga juga sangat efisien saat diolah menjadi makanan. Sebagai contoh, jangkrik. Serangga ini membutuhkan jumlah makanan 12 kali lebih sedikit ketimbang hewan ternak besar untuk memproduksi kandungan protein yang sama.

Selain itu, sebagian besar serangga juga menghasilkan gas rumah kaca berbahaya lebih kecil dibanding ternak lainnya.

Serangga di sejumlah kawasan sudah menjadi makanan reguler. Namun, sebagian besar warga negara Barat masih menganggap serangga sangat menjijikkan untuk dikonsumsi.

Laporan FAO itu juga menyarankan agar industri makanan dunia ikut mempromosikan dan meningkatkan status serangga dengan memasukkan mereka ke dalam resep baru dan menambahkan serangga ke dalam menu-menu restoran.

Di beberapa belahan dunia, serangga bahkan sudah dianggap menjadi makanan sehari-hari. Misalnya, di Afrika bagian selatan, warga di sana menganggap ulat sebagai makanan mewah dan dijual dengan harga tinggi.

 

Editor :Liwon Maulana(glipat)

Saco-Indonesia.com - Sukses bekerja merupakan hak semua orang, termasuk perempuan.

Saco-Indonesia.com - Sukses bekerja merupakan hak semua orang, termasuk perempuan. Mencapai puncak kesuksesan bukan hanya berarti status sosial lebih tinggi, tapi juga kemakmuran dan tingkat keterampilan lebih tinggi.

Orang yang sukses juga diidentikkan dengan hidup yang bahagia. Namun tak ada gading yang tak retak, semua manusia punya kelemahan. Ada beberapa kelemahan yang mengiringi kesuksesan.

1. Kurangnya empati
Orang yang berada dalam posisi yang tinggi cenderung akan melihat dan menilai semua hal dari sisinya saja. Secara tak langsung hal ini akan membuat Anda memiliki empati yang lebih sedikit dibandingkan dulu.

2. Kurangnya kemampuan sosialisasi
Seringkali kesuksesan diidentikan dengan perjuangan yang keras dan berat. Setelah mendapatkannya, banyak orang yang sifatnya berubah menjadi lebih individualis.

3. Tidak bisa menangani situasi sulit
Manisnya sukses seringkali membuai dan membuat Anda merasa dalam posisi nyaman. Ketika kita terlena oleh kenyamanan terkadang otak menjadi lebih lambat diajak bekerja saat menghadapi posisi yang sulit.

4. Mudah stres
Sukses di saat ini ternyata juga bisa membuat Anda merasa stres di masa depan. Perempuan seringkali mengasumsikan stres saat ini adalah sebuah paksaan untuk bisa sukses juga di masa depan. Rasanya tidak boleh ada celah untuk terjadinya kegagalan.

5. Susah memilih teman atau musuh
Sudah susah-susah mencapai kesuksesan, otomatis pikiran dan cara pandang Anda terhadap orang-orang pun akan berubah. Anda akan sedikit kesulitan untuk bisa membedakan mana teman mana musuh. Teman juga bisa jadi musuh dalam selimut.

Sumber:Kompas.com

Editor : Maulana Lee

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Mr. Miller, of the firm Weil, Gotshal & Manges, represented companies including Lehman Brothers, General Motors and American Airlines, and mentored many of the top Chapter 11 practitioners today.

Artikel lainnya »