Paket Promo Haji di Tangerang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Paket Promo Haji di Tangerang Alhijaz Indowisata didirikan oleh Bapak H. Abdullah Djakfar Muksen pada tahun 2010. Merangkak dari kecil namun pasti, alhijaz berkembang pesat dari mulai penjualan tiket maskapai penerbangan domestik dan luar negeri, tour domestik hingga mengembangkan ke layanan jasa umrah dan haji khusus. Tak hanya itu, pada tahun 2011 Alhijaz kembali membuka divisi baru yaitu provider visa umrah yang bekerja sama dengan muassasah arab saudi. Sebagai komitmen legalitas perusahaan dalam melayani pelanggan dan jamaah secara aman dan profesional, saat ini perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui kementrian pariwisata, lalu izin haji khusus dan umrah dari kementrian agama. Selain itu perusahaan juga tergabung dalam komunitas organisasi travel nasional seperti Asita, komunitas penyelenggara umrah dan haji khusus yaitu HIMPUH dan organisasi internasional yaitu IATA.

Paket Promo Haji di Tangerang

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Di Pasar Blok G Tanah Abang bukan hanya dijadikan tempat prostitusi. Pada Rabu (23/1/2014) malam, sekitar pukul 23.00, 15 penjudi dibekuk Tim Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Pusat, di pasar tersebut.

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Di Pasar Blok G Tanah Abang bukan hanya dijadikan tempat prostitusi. Pada Rabu (23/1/2014) malam, sekitar pukul 23.00, 15 penjudi dibekuk Tim Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Pusat, di pasar tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, para penjudi itu memakai satu kios di lantai 1 Pasar Blok G Tanah Abang.

"Perjudian digelar di salah satu kios di lantai 1 Pasar Blok G Tanah Abang, tapi di dalamnya itu ada lima lapak untuk tempat bermain judi," kata Tatan.

Tatan menjelaskan, ada sekitar 25 anggota Reskrim Polres Jakarta Pusat yang menggerebek arena judi yang berukuran 1,5x2 meter persegi itu.

"Jenis permainan domino yang digelar. Untuk besaran taruhan bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 200.000 sekali pasang. Omzet perjudiannya itu bisa mencapai belasan juta rupiah," ujar Tatan lagi.

Dari tangan 15 penjudi itu, petugas menyita barang bukti berupa tiga kartu domino serta meja kecil dijadikan tempat bermain kartu, serta uang pecahan Rp 20.000 hingga Rp 50.000 sebanyak Rp 676.000.

Menanggapi kejadian ini, Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, para pemain judi yang ditangkap di pihak kepolisian bukan di Pasar Blok G, melainkan di luar sekitar pasar.

"Penangkapan kemarin itu bukan di pasarnya, melainkan di bagian luar. Kalau di kios-kios Pasar Blok G memang banyak yang main domino, tapi tidak memakai uang. Hal itu pula sudah kita laporkan ke atasan," kata Djangga.

Meski begitu, ke depannya, Djangga akan memperketat penjagaan dan pengawasan Pasar Blok G dari aksi perjudian dan maraknya PSK. Saat ini, dia akan melakukan pengawasan selama jam buka dan tutup Pasar Blok G.

Petugas keamanan yang disewa untuk menjaga Pasar Blok G Tanah Abang merupakan pihak outsourcing. "Sekarang kita senang ada penertiban ini. Sekarang kita akan awasi. Kita tadinya mau memberlakukan jam buka-tutup, tapi terkendala pada pedagang sayuran di sana," ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Sudah kita fahami bersama bahwa tugas pokok hidup manusia di dunia ini adalah beribadah kepada Alloh, dan kita ketahui pula bahwa melaksanakan ibadah itu harus benar , artinya benar sesuai perintah dan petunjuk dari Alloh dan Rasulnya, maka agar ibadah kita ini tidak sia-sia , tidak musfro (tidak ada hasilnya) tetapi benar-benar diterima oleh Alloh, mendapatkan pahala dan dibalas Surga, maka terlebih dahulu kita tahu dan memahami peraturan2 dan garis2 dari Alloh dan Rasululloh SAW yang tertulis didalam Al- Quran dan Al-Hadist ,

Saco-Indonesia.com, Sudah kita fahami bersama bahwa tugas pokok hidup manusia di dunia ini adalah beribadah kepada Alloh, dan kita ketahui pula bahwa melaksanakan ibadah itu harus benar , artinya benar sesuai perintah dan petunjuk dari Alloh dan Rasulnya, maka agar ibadah kita ini tidak sia-sia , tidak musfro (tidak ada hasilnya) tetapi benar-benar diterima oleh Alloh, mendapatkan pahala dan dibalas Surga, maka terlebih dahulu kita tahu dan memahami peraturan2 dan garis2 dari Alloh dan Rasululloh SAW yang tertulis didalam  Al-Quran dan Al-Hadist ,

Al-Quran à sebagai Huda Linnas هُدًى لِلنَّاسِ= petunjuk bagi manusia dan Basyoirulinnas بصائرللناس = peneropong bagi manusia.....

Al-Hadist à Sebagai contoh dan peraktek ibadah yang telah dikerjakan oleh Rasululloh SAW .

Maka dengan memahami isi Quran dan Hadist kita dgn jelas kita bisa membedakan antara yg perintah dan larangan, antara yg haq dan yang batal, antara yg pahala dan dosa, antara yg halal dan harom dllsb. Disamping itu didalam melaksanakan ibadah kita yakin dan mantap bahwa ibadah yang kita kerjakan ini pasti benarnya, pasti syahnya, pasti diterima Alloh dan yakin di balas Surga ........ firman Alloh dalam Al-Quran surat Al- Anam ayat 153

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

Dan sesungguhnya ini (Al-Quran) adalah jalan-Ku (Alloh) yang benar maka ikutilah Al-Quran dan jangan mengikuti beberapa jalan (selain Al-Quran) maka beberapa jalan itu akan memisahkan kamu dari jalan Alloh, Demikian itu Alloh wasiat padamu agar kamu bertaqwa.

Dan firman Alloh lagi dalam surat Al-Imran 31

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي ; يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Ktakanlah (Muhammad) jika kamu cinta pada Alloh maka ikutilah aku (nabi) maka Alloh akan cinta kepadamu dan mengampuni dosa kamu. Adapun Alloh Maha Pengampun lagi Penyayang.

Dan sabda Rasululloh SAW dalam riwayat Malik Muwatto’

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya: Telah kutinggalkan padamu 2 (dua) perkara yg kamu tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan 2 perkara tersebut yaitu : KITABULLOH (Al-Quran) dan sunnah nabiNya (Al-Hadist)

Dan sebaliknya dalam melaksanakan ibadah jangan sekali-kali berdasarkan keyakinan dan pendapat sendiri atau pendapat seseorang atau menurut keyakinan orang dalam melaksanakan ibadah, dengan kata lain hanya berdasarkan tulisan- tulisan atau kitab-kitab selain Quran dan Hadist yg belum jelas kebenarannya dan tidak ada jaminan kebenaran dari Alloh dan rasulnya yg akibatnya pasti akan menyimpang dari jalan kebenaran, maka ini pasti menjadi orang yg tersesat, menjadi orang yang dalam Al-Quran disebut “عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ = amalanya membuat musibah berdasarkan firman Alloh dalam Al-Quran surat Al-Anam 116

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Artinya: Dan jika kamu (muhammad) mengikuti kebanyakan orang yg ada diatas bumi mereka akan menyesatkan mu dari jalan Alloh. Tidak ada mereka kecuali hanya mengikuti perasangkaan sendiri dan hanya berbuat dusta.

Dan ada lagi firman Alloh dalam surat Al-Baqoroh 79

وَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

Artinya: maka neraka Wail bagi orang2 yg menulis kitab dengan tangan mereka dan mereka mengatakan bahwa ini dari sisi Alloh,mereka menukarkan/ menjual kitab Alloh dengan harga yg sedikit (demi kepentingan dunia) maka neraka wail bagi mereka yang menulis kitab dengan tangan mereka dan neraka wail pula bagi yang mengerjakannya.

Dengan  demikian ........  kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa bicara masalah agama dan masalah ibadah tidk dapat diukur dengan landasan pemikiran manusia.

Jika Alloh dan Rasulnya telah menetapkan bahwa itu benar........ kendatipun kebanyakan orang mengatakan salah...... dan akal kita tidak dapat menerimanya, akan tetapi itulah yang benar..........

Demikian pula sebaliknya jika Alloh dan RasulNYa telah perintahkan suatu perkara maka harus diterima seutuhnya...... dan apa adanya.... tidak boleh ditambah ataupun di kurangi sebab apa... menambah urusan ibadah berart BID”AH dan mengurangi urusan ibadah adalah KHIANAT........

Semoga nasehat ini bermanfaat bagi kita semua.................................

Oleh : H. Dar(ldii)

Editor:Liwon Maulana(galipat)

Sumber:Al'Quran & Al'Hadist

 

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Artikel lainnya »