Agen Tiket Pesawat di Bekasi

Agen Tiket Pesawat di Bekasi Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Bekasi

Agen Tiket Pesawat di Depok

Agen Tiket Pesawat di Depok Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Depok

Agen Tiket Pesawat di Tangerang

Agen Tiket Pesawat di Tangerang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Agen Tiket Pesawat di Tangerang

Jual Tiket Pesawat di Kutai

Jual Tiket Pesawat di Kutai Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Jual Tiket Pesawat di Kutai

Jual Tiket Pesawat di Malang

Jual Tiket Pesawat di Malang Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Jual Tiket Pesawat di Malang

Jual Tiket Pesawat di Yogyakarta

Jual Tiket Pesawat di Yogyakarta Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Jual Tiket Pesawat di Yogyakarta

Jual Tiket Pesawat di Bandung

Jual Tiket Pesawat di Bandung Hubungi 021-9929-2337 atau 0821-2406-5740 Alhijaz Indowisata adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang tour dan travel. Nama Alhijaz terinspirasi dari istilah dua kota suci bagi umat islam pada zaman nabi Muhammad saw. yaitu Makkah dan Madinah. Dua kota yang penuh berkah sehingga diharapkan menular dalam kinerja perusahaan. Sedangkan Indowisata merupakan akronim dari kata indo yang berarti negara Indonesia dan wisata yang menjadi fokus usaha bisnis kami.

Jual Tiket Pesawat di Bandung

saco-indonesia.com, Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan telah memberikan sanksi terhadap Bripka Ferry Janu

saco-indonesia.com, Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan telah memberikan sanksi terhadap Bripka Ferry Janu anggota Kepolisian Sektor Srandakan karena telah melakukan tindakan indisipliner beberapa waktu yang lalu.

Kepala Polres (Kapolres) Bantul, AKBP Surawan di Bantul, Kamis (23/1) kemarin juga mengatakan, pihaknya juga telah menahan Bripka Ferry Janu sejak Rabu (22/1) di Markas Polres (Mapolres) Bantul, untuk kemudian akan menjalani sidang disiplin di korps kesatuan tersebut.

"Yang bersangkutan juga akan dikenakan sanksi karena sesuai dengan ketentuan dalam pasal 5 huruf A Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2013. Intinya, dianggap telah menurunkan derajat dan martabat pemerintah dan kepolisian," kata Surawan dikutip antara.

Diberitakan sebelumnya, rumah seorang calon anggota legislatif (caleg) dari salah satu partai politik Siti Syamsiah di Ngentak, Poncosari, Srandakan telah digerebek oleh warga pada Rabu (22/1) dini hari, karena telah terdapat seorang anggota Polsek Srandakan tersebut.

Namun isu yang telah berkembang di masyarakat bahwa anggota kepolisian bersama caleg DPRD Bantul tersebut selain tidak sesuai norma, juga diduga anggota polisi tersebut merupakan salah satu tim sukses untuk pemenangan caleg tersebut.

Meski begitu, kata dia sejauh ini pihaknya juga belum dapat menyimpulkan bahwa anggota polisi tersebut sebagai salah satu tim sukses Siti Syamsiah, caleg dari Partai Demokrat dari daerah pemilihan (dapil) V Bantul.

"Kami juga belum dapat menyimpulkan, mungkin hanya dikait-kaitkan, karena keduanya memang telah berteman lama, tetapi sejauh ini belum," kata Kapolres.

Namun demikian, kata dia pihaknya juga tetap akan memberikan sanksi yang tegas jika nanti ditemukan bukti tambahan bahwa ternyata anggotanya tersebut merupakan salah satu tim sukses caleg, karena hal itu telah dilarang dalam Udang-Undang.

Ia juga telah menyebutkan sejumlah sanksi yang akan dijatuhkan terhadap anggota polisi tersebut bervariatif, mulai teguran secara tertulis, penundaan pangkat, dan sekolah, hingga penahanan, tergantung pada hasil persidangan disiplin nanti.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul Supardi juga mengatakan, pihaknya juga akan melakukan klarifikasi atas dugaan keterlibatan anggota Polsek Srandakan sebagai salah satu tim sukses terhadap caleg peserta Pemilu mendatang.

"Kami juga telah intruksikan anggota panwascam (panitia pengawas kecamatan) Srandakan, kami juga berharap tidak ada indikasi ketidaknetralan anggota Polri dalam pemilu," katanya.

Menurut dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu PNS maupun aparat yang terjun aktif dalam dunia politik terancam dikenai sanksi berupa hukuman penjara satu tahun.


Editor : Dian Sukmawati

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Di Pasar Blok G Tanah Abang bukan hanya dijadikan tempat prostitusi. Pada Rabu (23/1/2014) malam, sekitar pukul 23.00, 15 penjudi dibekuk Tim Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Pusat, di pasar tersebut.

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Di Pasar Blok G Tanah Abang bukan hanya dijadikan tempat prostitusi. Pada Rabu (23/1/2014) malam, sekitar pukul 23.00, 15 penjudi dibekuk Tim Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Pusat, di pasar tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, para penjudi itu memakai satu kios di lantai 1 Pasar Blok G Tanah Abang.

"Perjudian digelar di salah satu kios di lantai 1 Pasar Blok G Tanah Abang, tapi di dalamnya itu ada lima lapak untuk tempat bermain judi," kata Tatan.

Tatan menjelaskan, ada sekitar 25 anggota Reskrim Polres Jakarta Pusat yang menggerebek arena judi yang berukuran 1,5x2 meter persegi itu.

"Jenis permainan domino yang digelar. Untuk besaran taruhan bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 200.000 sekali pasang. Omzet perjudiannya itu bisa mencapai belasan juta rupiah," ujar Tatan lagi.

Dari tangan 15 penjudi itu, petugas menyita barang bukti berupa tiga kartu domino serta meja kecil dijadikan tempat bermain kartu, serta uang pecahan Rp 20.000 hingga Rp 50.000 sebanyak Rp 676.000.

Menanggapi kejadian ini, Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan, para pemain judi yang ditangkap di pihak kepolisian bukan di Pasar Blok G, melainkan di luar sekitar pasar.

"Penangkapan kemarin itu bukan di pasarnya, melainkan di bagian luar. Kalau di kios-kios Pasar Blok G memang banyak yang main domino, tapi tidak memakai uang. Hal itu pula sudah kita laporkan ke atasan," kata Djangga.

Meski begitu, ke depannya, Djangga akan memperketat penjagaan dan pengawasan Pasar Blok G dari aksi perjudian dan maraknya PSK. Saat ini, dia akan melakukan pengawasan selama jam buka dan tutup Pasar Blok G.

Petugas keamanan yang disewa untuk menjaga Pasar Blok G Tanah Abang merupakan pihak outsourcing. "Sekarang kita senang ada penertiban ini. Sekarang kita akan awasi. Kita tadinya mau memberlakukan jam buka-tutup, tapi terkendala pada pedagang sayuran di sana," ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

PT. Channel Of Blessing adalah perusahaan spesialis jasa sewa mobil box, rental mobil box, sewa truk baik box ataupun sewa picku

PT. Channel Of Blessing adalah perusahaan spesialis jasa sewa mobil box, rental mobil box, sewa truk baik box ataupun sewa pickup, yang didirikan untuk dapat menjadi saluran berkat buat banyak orang melalui penyediaan transportasi yang handal serta terpercaya dengan memberikan harga dan pelayanan terbaik. Bermula dari 1 mobil, sekarang armada kami telah berkembang menjadi sewa mobil / sewa truk baik box maupun pickup dan melayani rata-rata lebih dari 700 rute per bulannya.

Menjadi mitra transportasi khususnya jasa sewa/rental untuk mobil/truk box atau pickup yang handal dan terpercaya, hal itulah yang selalu kami pertahankankan dan tingkatkan. Ketepatan waktu, pelayanan prima dan harga yang kompetitif adalah hal yang menjadi prioritas kami. Our word is our bond.

Kami menyediakan berbagai paket sewa/rental untuk memenuhi kebutuhan transportasi anda baik dalam dan luar kota, baik itu sistem paket harian, mingguan maupun bulanan. Anda tidak perlu repot dengan transportasi untuk bisnis Anda, serahkan saja kepada kami.

Goal kami senantiasa memberikan pelayanan sewa dan rental yang prima, dengan supir yang berpengalaman, armada yang terawat baik, variasi armada, dan ketersediaan armada selama 24 jam (by reservation at office hour, 9am-5pm). Kepercayaan dan rekomendasi dari para pelanggan setia kami menjadi  pemacu untuk terus memberikan yang terbaik bagi Anda.

 

Salah satu peluang usaha yang lagi trend adalah Peluang usaha bisnis balon dekorasi. Semakin banyak orang yang membuat pesta di

Salah satu peluang usaha yang lagi trend adalah Peluang usaha bisnis balon dekorasi. Semakin banyak orang yang membuat pesta di negeri ini, maka semakin banyak pula pintu rejeki bagi pengusaha balon dekorasi.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia mendorong banyaknya di selengggarakan acara acara pesta seperti acar ulang tahun, reoni, presmian dan sebagainya. Nah seiring dengan meningkatnya penyelenggara acara2 pesta maka semakin terbuka pula peluang usaha bisnis balon dekorasi ini.

Pada umumnya konsumen lebih suka memakai jasa dari pengusaha balon dekorasi sebab lebih praktis dan tampilannya juga lebih cantik daripada bikin sendiri. Acara acara pesta sering memakai jasa balon dekorasi ini seperti acara pernikahan, ulang tahun, atau acara komunitas tertentu seperti acara peluncuruan produk terbaru, peresmian kantor baru, atau acara ulang tahun suatu perusahaan.

Biasanya dekorasi yang sering di lihat adalah dekorasi hiasan bunga, namun sekarang banyak yang menambah hiasan hiasan rangkaian aneka balon sebab akan lebih menarik dan rame apalagi jika di tambah dengan hiasan yang lain seperti penghias dinding, plafon ruangan dan sebagainya.

Peluang Usaha Bisnis Balon DekorasiTampilan hiasan balon dekorasi tidak kalah menarik dengan hiasan dekorasi bunga, harganya juga bisa lebih ringan dan konsumen bisa memesan balon dengan berbagai bentuk. Keunggulan lain yang ada pada balon dekorasi adalah balon dekorasi juga bisa di gunakan untuk promosi produk.

Balon promosi umumnya berbeda dengan balon dekorasi, balon promosi ukurannya lebih besar daripada balon dekorasi. Balon promosi juga biasanya tersedia dalam berbagai bentuk seperti bentuk kotak, bentuk oval atau bentuk bentuk sesuai pesanan yang lain.

Di kota-kota besar peluang usaha balon dekorasi ini sangat terbuka khususnya di kota-kota besar yang berada di luar pulau jawa. Tingginya daya beli masyarkat luar pulau jawa mendorong banyaknya didirikan  kantor-kantor baru. Ini tentu sangat menguntungkan bagi pengusaha balon dekorasi.

Faktor lain yang membuat usaha balon dekorasi memiliki prospek bisnis yang bagus adalah meningkatnya jumlah orang yang berduit di negeri ini, dan orang berduit biasanya sering mengadakan acara-acara tertentu yang membutuhkan jasa dekorasi termasuk juga balon dekorasi. Selain itu, budaya merayakan hari ulang tahun masih sangat kental di beberapa daerah di Indonesia.

Para pelaku usaha balon dekorasi biasanya juga menyediakan balon-balon mainan, sebab biasanya dalam suatu pesta yang di selenggarakan oleh perorangan, para tamu sering membawa keluarganya yang termasuk juga anak2 anaknya. Nah, balaon mainan anak-anak sangat pentingn peranannya dalam acara seperti ini. Semakin komplit perlengkapan balon dekorasi yang tersedia, maka semakin besar pula omzet yang akan di dapat.

Usaha balo dekorasi bisa di jalankan dengan skala besar atau skala kecil / usaha modal kecil. Usaha balon dekorasi skala besar biasanya modalnya bisa mencapai ratusan juta Rupiah, namun untuk usaha balon dekorasi skala kecil, Modal kurang dari Rp. 50.000.000 ( lima puluh juta ) pun sudah bisa di jalankan.

Peluang Usaha Bisnis Balon DekorasiUntuk memudahkan konsumen memilih jasa dekorasi, biasanya pemain bisnis ini mengemas jasanya dalam beberapa paket. Balon Indonesia, misalnya, menyiapkan paket sederhana yang terdiri dari dekorasi satu kreasi gapura balon, 10 kreasi bunga, serta 10 kreasi balon lampion. Kedua, paket standar bertarif Rp 1.950.000 dengan fasilitas dua dekorasi balon berdiri, balon satuan dengan luas hiasan delapan meter persegi (m²).

Terakhir, paket meriah dengan harga Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta. Di paket ini, patokan harga bergantung pada tingkat kerumitan dan banyaknya balon. “Namun, biasanya, paket meriah terdiri dari empat dekorasi balon berdiri (standing) satu gapura, satu balon karakter, 20 balon kreasi lampion dan kreasi bunga dengan luas hiasan hingga 20 m²,” jelas Dwi.

Tak jauh berbeda dengan Balon Indonesia, Fimas Balon juga mengemas jasanya dalam dua paket. Pertama, paket sederhana berharga Rp 1,5 juta dengan luas 2,5 x 2 m². Kedua, paket meriah yang harganya disesuaikan dengan permintaan. “Yang pasti luasan ruang yang dihias lebih dari 2,5 x 2 m²,” tambah Ari Setiawan, pemilik Fimas Balon. Dalam sebulan, Ari mampu menangani hingga sepuluh paket balon dekorasi.

Untuk Memulai, Jadilah Agen Balon Dekorasi Terlebih Dahulu

Dengan menjadi nagen terlebih dahulu, maka anda akan tahu dengan pasti berapa besarnya modal yang di perlukan untuk membeli perlengkapan perlengkapannya seperti membeli mesin jahit balon, alat stok gas, pompa angin dan lain-lain.

Untuk bisa menjadi agen tentu anda harus memiliki relasi dengan pemilik ketiga perlengkapan tersebut, sekaligus pemasok karet untuk bahan balon. Setelah mahir di bidang agen, selanjutnya anda bisa beranjak ke tahap berikutnya yaitu tahap promosi agar mendapatkan klien yang banyak. Promosi yang baik saat ini adalah promosi melalui internet misalnya dengan membuat website atau lewat jejaring sosial seperti facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya.

Pada saat mulai berdiri anda bisa menjalin kerja sama dengan pemain-pemain besar dengan  tujuan agar mendapatkan order. Saat mulai membuka usaha balon dekorasi ini, anda juga tidak perlu merekrut banyak karyawan, cukup merekrut karyawan yang sangat di butuhkan saja, selebihnya bisa anda kerjakan sendiri.

Bahan baku balon dekorasi ini adalah karet balon yang banyak dijual pemasok (supplier) karet atau lateks balon lokal. Carilah lateks balon dalam berbagai warna dan ukuran. Harganya berkisar Rp 500 hingga  Rp 1.000 per lembar. Pembentukan dan pencantuman tulisan di balon, biasanya kita lakukan sendiri, karena baru bisa diputuskan setelah bertemu klien.

1. Lintasan Sejarah Minang Kabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau, ra

1. Lintasan Sejarah Minang Kabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau, rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi, Guguk, Tiakar, Suliki Gunung Emas, Harau, Kapur IX, Pangkalan, Koto Baru, Mahat, Koto Gadan, Ranah, Sopan Gadang, Koto Tinggi, Ampang Gadang. Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur, juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. Semenanjung Melayu, Birma dan Yunan. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula. Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan, Cina Selatan. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM, dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua), yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak, Toraja, Dayak, Nias, Mentawai dan lain-lain. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau, Jawa, Makasar, Bugis dan lain-lain. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Bernet Bronson. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s.m. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya, karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau. Di samping di dalam sejarah Melayu, Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut, tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain, kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera), termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau, jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya. Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu, tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya, karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan, ”tidak tembak langsung”. Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain, pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung, yaitu gunung merapi yang sangat besar. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian, juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini. Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”…Dek lamo bakalamoan, nampaklah gosong dari lauik, yang sagadang talua itiak, sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo - bakalamoan aia lauik basentak turun, nan gosong lah basentak naiak, kok dareklah sarupo paco, namun kaba nan bak kian, lorong kapado niniak kito, lah mendarek maso itu, iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut, gosong yang kecil tadi makin besar, daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca, maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito, dari telong nan barapi, dari mano asal niniak kito, dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi, dari mana datang nenek kita, dari puncak gunung merapi). Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau.. Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut, (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi, sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini, maka menurut Soekomo, tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. Sesudah kepala suku itu meninggal, akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut, seperti Menhir lainnya di Indonesia. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh, yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah, khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik, Andieng, Kubang Tungkek, Tiakat, Padang Japang, Limbanang, Talang Anau, Padang Kandih, Balubus, Koto Tangah, Simalanggang, Taeh Baruh, Talago, Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo, sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim, yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang. Di gelanggang ini dilakukan upacara, yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim. Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi, sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah, sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut, barangkali akan ditemui peninggalan-peninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau, mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri, yaitu Alam Takambang jadikan guru. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka, adat aia mamabasahi, adat tajam malukoi, adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar, adat air membasahi, adat tajam melukai, adat runcing mencucuk). Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu, yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh), mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”, yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam, misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau, yaitu kira-kira abad ketujuh, dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674. Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam, bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu, tentu sudah pandai tulis baca, karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir 1. Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh. Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut, tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah, karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali. Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia, yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini, yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu),. ”…dari tahun musim baganti, dek zaman tuka – batuka, dek lamo maso nan talampau, tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti, karena zaman bertukar-tukar, karena masa yang telah lewat, tahun dengan musim yang berlangsung),”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya), dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya, hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. Dapat dikatakan, bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali, bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali, bukan lagi kabur, tetapi sudah gelap gulita.

Asyik pacaran di Fly over Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, pasangan muda-mudi telah jadi korban perampokan, Senin (10/3) kemarin. Akibatnya, handphone dan uang senilai Rp100 ribu serta kepalanya bocor dihantam gir motor.

Asyik pacaran di Fly over Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, pasangan muda-mudi telah jadi korban perampokan, Senin (10/3) kemarin. Akibatnya, handphone dan uang senilai Rp100 ribu serta kepalanya bocor dihantam gir motor.

Muchlis yang berusia 19 , dan Iin yang berusia 21 tahun , tengah asyik ngobrol di atas sepeda motor Yamaha Mio B 6132 TNE miliknya. Lalu dua pemuda yang tidak dikenal datang menghampirinya. “Awalnya mereka hanya menanyakan alamat Rumah Sakit Harapan Bunda,” katanya .

Namun, saat usai menanyakan alamat, salah satu pelaku mengancam korban dengan golok.Keduanya telah diminta menyerahkan harta benda miliknya. “Dua handphone, uang Rp100 ribu diambil pelaku,” tuturnya.

Setelah itu, menurut pemuda yang tinggal di RT 004/02 Gedong, Kramatjati, Jakarta Timur, pelaku langsung melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125 X. “Tapi yang minta uang juga ngambil kunci motor saya. Sementara yang satu menghantamkan sabuk gir motor yang mengenai kepala saya,” ungkapnya.

Sambil mendorong motor yang kuncinya dibawa kabur pelaku, pemuda yang bercucuran darah dari kepalanya, terus berjalan mencari klinik. Pemuda yang bekerja di salon mobil ini mendapatkan empat jahitan. “Setelah itu saya baru kabari orang rumah untuk minta dijemput,” tuturnya.

Kapolsek Ciracas Kompol Suwanda juga mengaku belum menerima laporan atas kasus tersebut. “Sejak malam kejadian hingga Selasa (11/3) kemarin sore, tidak ada laporan yang masuk atas peristiwa tersebut,” ujarnya.

Namun untuk dapat mencegah aksi itu terulang, ia juga mengaku akan segera merazia dengan mengusir warga yang berada di kawasan tersebut. Penempatan mobil patroli juga akan dilakukan untuk dapat mempersempit segala macam persoalan.

Camat Ciracas Rommy Sidarta juga mengakau pihaknya sudah puluhan kali menertibkan pedagang dan warga yang kerap mangkal di fly over Pasar Rebo. Dimana petugas Satpol PP seakan main kucing-kucingan dengan warga. “Setiap hari kita jaga dari pagi hingga jam 9 malam, namun selepas itu mereka ngumpul lagi,” ungkapnya.

Rommy n juga mengaku, keterbatasan personil dan tenaga petugas Satpol PP yang membuatnya kurang maksimal. Meski begitu, ia berjanji akan mengatur petugasnya lagi agar kejadian tersebut tak terulang. “Yang jelas kita akan lebih giatkan lagi agar kawasan itu bersih dari pedagang dan warga yang nongkrong,” tandasnya.

Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji untuk yang kesekian kalinya telah dipanggil oleh Kejaksaan Agung. Anak buah Dahlan Iskan itu dipanggil terkait dalam pengadaan flame turbin pada 12 pembangkit listrik dan gas sektor Belawan tahun 2007-2009 lalu senilai Rp 23,98 miliar.

Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji untuk yang kesekian kalinya telah dipanggil oleh Kejaksaan Agung. Anak buah Dahlan Iskan itu dipanggil terkait dalam pengadaan flame turbin pada 12 pembangkit listrik dan gas sektor Belawan tahun 2007-2009 lalu senilai Rp 23,98 miliar.

"Jadwal rencana pemeriksaan Selasa 11 Maret 2014, saksi Nur Pamudji selaku direktur utama PT PLN," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi, Selasa (11/3).

Selain Nur, Kejaksaan juga telah memanggil saksi lainnya yaitu Setia Anggoro Dewo selaku direktur keuangan PT PLN dan Eddy D Erning Praja selaku direktur SDM & umum PT PLN.

Sebelumnya, dalam kasus ini Kejaksaan agung juga telah menetapkan lima tersangka dari PLN antara lain mantan General Manajer PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Albert Pangaribuan, Manajer Bidang Perencanaan PLN Edward Silitonga, Ketua Panitia Pemeriksa Mutu Barang PLN Ferdinand Ritonga, Manajer Produksi PLN Fahmi Rizal Lubis, dan Ketua Panitia Lelang PLN Robert Manyuazar.Penyidik menduga ada penggelembungan harga dalam pengadaan flame turbim tahun anggaran 2007, 2008, dan 2009.

Hal ini dikarenakan alat tersebut tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.Tender ini juga telah dimenangkan oleh dengan MAPNA dari Iran yang memiliki kualifikasi non OEM (Original of Manufucture). Harga spare part non OEM memang lebih murah 40 persen dibandingkan OEM. Tak sampai di situ kerusakan flame turbin tersebut juga menjadi bukti ada penyelewengan dalam pengadaan dan pemeliharaan flame turbin.

Akibat dari kasus ini, Nur sempat disebut akan mengundurkan diri. Meski begitu sampai saat ini kabar itu belum terbukti, sebab Nur juga masih menjalankan tugasnya di BUMN tersebut.

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Ms. Turner and her twin sister founded the Love Kitchen in 1986 in a church basement in Knoxville, Tenn., and it continues to provide clothing and meals.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

Hockey is not exactly known as a city game, but played on roller skates, it once held sway as the sport of choice in many New York neighborhoods.

“City kids had no rinks, no ice, but they would do anything to play hockey,” said Edward Moffett, former director of the Long Island City Y.M.C.A. Roller Hockey League, in Queens, whose games were played in city playgrounds going back to the 1940s.

From the 1960s through the 1980s, the league had more than 60 teams, he said. Players included the Mullen brothers of Hell’s Kitchen and Dan Dorion of Astoria, Queens, who would later play on ice for the National Hockey League.

One street legend from the heyday of New York roller hockey was Craig Allen, who lived in the Woodside Houses projects and became one of the city’s hardest hitters and top scorers.

“Craig was a warrior, one of the best roller hockey players in the city in the ’70s,” said Dave Garmendia, 60, a retired New York police officer who grew up playing with Mr. Allen. “His teammates loved him and his opponents feared him.”

Young Craig took up hockey on the streets of Queens in the 1960s, playing pickup games between sewer covers, wearing steel-wheeled skates clamped onto school shoes and using a roll of electrical tape as the puck.

His skill and ferocity drew attention, Mr. Garmendia said, but so did his skin color. He was black, in a sport made up almost entirely by white players.

“Roller hockey was a white kid’s game, plain and simple, but Craig broke the color barrier,” Mr. Garmendia said. “We used to say Craig did more for race relations than the N.A.A.C.P.”

Mr. Allen went on to coach and referee roller hockey in New York before moving several years ago to South Carolina. But he continued to organize an annual alumni game at Dutch Kills Playground in Long Island City, the same site that held the local championship games.

The reunion this year was on Saturday, but Mr. Allen never made it. On April 26, just before boarding the bus to New York, he died of an asthma attack at age 61.

Word of his death spread rapidly among hundreds of his old hockey colleagues who resolved to continue with the event, now renamed the Craig Allen Memorial Roller Hockey Reunion.

The turnout on Saturday was the largest ever, with players pulling on their old equipment, choosing sides and taking once again to the rink of cracked blacktop with faded lines and circles. They wore no helmets, although one player wore a fedora.

Another, Vinnie Juliano, 77, of Long Island City, wore his hearing aids, along with his 50-year-old taped-up quads, or four-wheeled skates with a leather boot. Many players here never converted to in-line skates, and neither did Mr. Allen, whose photograph appeared on a poster hanging behind the players’ bench.

“I’m seeing people walking by wondering why all these rusty, grizzly old guys are here playing hockey,” one player, Tommy Dominguez, said. “We’re here for Craig, and let me tell you, these old guys still play hard.”

Everyone seemed to have a Craig Allen story, from his earliest teams at Public School 151 to the Bryant Rangers, the Woodside Wings, the Woodside Blues and more.

Mr. Allen, who became a yellow-cab driver, was always recruiting new talent. He gained the nickname Cabby for his habit of stopping at playgrounds all over the city to scout players.

Teams were organized around neighborhoods and churches, and often sponsored by local bars. Mr. Allen, for one, played for bars, including Garry Owen’s and on the Fiddler’s Green Jokers team in Inwood, Manhattan.

Play was tough and fights were frequent.

“We were basically street gangs on skates,” said Steve Rogg, 56, a mail clerk who grew up in Jackson Heights, Queens, and who on Saturday wore his Riedell Classic quads from 1972. “If another team caught up with you the night before a game, they tossed you a beating so you couldn’t play the next day.”

Mr. Garmendia said Mr. Allen’s skin color provoked many fights.

“When we’d go to some ignorant neighborhoods, a lot of players would use slurs,” Mr. Garmendia said, recalling a game in Ozone Park, Queens, where local fans parked motorcycles in a lineup next to the blacktop and taunted Mr. Allen. Mr. Garmendia said he checked a player into the motorcycles, “and the bikes went down like dominoes, which started a serious brawl.”

A group of fans at a game in Brooklyn once stuck a pole through the rink fence as Mr. Allen skated by and broke his jaw, Mr. Garmendia said, adding that carloads of reinforcements soon arrived to defend Mr. Allen.

And at another racially incited brawl, the police responded with six patrol cars and a helicopter.

Before play began on Saturday, the players gathered at center rink to honor Mr. Allen. Billy Barnwell, 59, of Woodside, recalled once how an all-white, all-star squad snubbed Mr. Allen by playing him third string. He scored seven goals in the first game and made first string immediately.

“He’d always hear racial stuff before the game, and I’d ask him, ‘How do you put up with that?’” Mr. Barnwell recalled. “Craig would say, ‘We’ll take care of it,’ and by the end of the game, he’d win guys over. They’d say, ‘This guy’s good.’”